Thailand vs Kamboja: Perbandingan Kurikulum dan Akses Pendidikan 2025

Membandingkan sistem pendidikan Thailand dan Kamboja memberikan gambaran menarik tentang bagaimana dua negara bertetangga menghadapi tantangan dan peluang dalam pendidikan. Tahun 2025 menjadi titik penting karena kedua negara tengah menjalankan reformasi besar-besaran.

Kurikulum: Inovasi dan Tantangan

Thailand mulai menerapkan kurikulum baru berbasis literasi di ribuan sekolah negeri. Kurikulum ini fokus pada kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan hidup, bukan sekadar hafalan materi pelajaran. Penilaian tidak lagi menggunakan angka, melainkan tingkat kompetensi: pemula, berkembang, mahir, dan ahli. Namun,

baca juga: pelatihan guru dan adaptasi materi masih menghadapi kendala.

Kamboja juga merevisi kurikulumnya untuk lebih menekankan pada keterampilan abad ke-21 seperti STEM, berpikir kritis, serta pelestarian nilai budaya lokal. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang siap bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas nasional.

Akses Pendidikan: Siapa Lebih Merata?

Thailand sudah memberikan pendidikan gratis hingga usia 17 tahun, dengan pendidikan wajib hingga usia 14 tahun. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Sebagian besar anggaran pendidikan habis untuk membayar gaji guru, menyisakan sedikit untuk pengembangan program pembelajaran dan fasilitas.

Kamboja berhasil meningkatkan partisipasi pendidikan dasar hingga lebih dari 98 persen. Pemerintah juga menjalankan program inklusi bagi anak berkebutuhan khusus dan meningkatkan pelatihan guru. Namun, kekurangan fasilitas dan tenaga pengajar masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil.

Pendidikan Tinggi: Siapa Unggul?

Thailand memiliki banyak universitas ternama dan terus meningkatkan reputasi di tingkat global. Lulusan perguruan tinggi Thailand memiliki akses lebih luas ke dunia kerja dan riset internasional.

Sebaliknya, pendidikan tinggi di Kamboja masih berkembang. Jumlah universitas dan kualitas tenaga pengajar belum merata. Akses ke perguruan tinggi masih terbatas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ringkasan Perbandingan

Aspek Thailand Kamboja
Kurikulum Baru Literasi & keterampilan hidup STEM & budaya lokal
Pendidikan Dasar Gratis sampai usia 17, masih ada ketimpangan wilayah Partisipasi SD >98%, pengembangan pendidikan inklusif
Pendidikan Inklusif Masih terbatas, tergantung wilayah Sedang dikembangkan hingga 2028
Pendidikan Tinggi Universitas berperingkat internasional Terbatas, kualitas belum merata
Tantangan Utama Ketimpangan wilayah, adaptasi guru Fasilitas minim, rasio guru-siswa tinggi

Kesimpulan

Thailand unggul dalam struktur pendidikan dan kualitas universitas, tetapi masih menghadapi ketimpangan wilayah dan kesiapan guru. Kamboja fokus meningkatkan akses pendidikan dasar dan inklusivitas, namun butuh dukungan lebih pada kualitas dan infrastruktur pendidikan tinggi.

Langkah reformasi yang diambil kedua negara menjadi inspirasi penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, merata, dan relevan dengan kebutuhan zaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *